
Penyakit tiroid mungkin belum terlalu familiar di telinga banyak orang, tetapi gangguan ini sebenarnya cukup umum terjadi di masyarakat. Tiroid adalah kelenjar kecil berbentuk seperti kupu-kupu yang terletak di bagian depan leher. Meskipun ukurannya kecil, tiroid memiliki peran besar dalam mengatur berbagai fungsi penting dalam tubuh, terutama metabolisme.
PAFI NANGA PINOH (PERSATUAN AHLI FARMASI INDONESIA) mengajak masyarakat untuk lebih mengenali penyakit tiroid, memahami gejalanya, serta mengetahui penanganan yang tepat agar dampaknya tidak berkembang menjadi gangguan kesehatan yang lebih serius.
Apa Itu Penyakit Tiroid?
Penyakit tiroid terjadi ketika kelenjar tiroid tidak berfungsi secara normal. Ada dua jenis gangguan utama pada tiroid, yaitu:
-
Hipertiroidisme: kondisi di mana tiroid terlalu aktif dan menghasilkan hormon tiroid secara berlebihan.
-
Hipotiroidisme: kondisi sebaliknya, di mana tiroid kurang aktif dan tidak menghasilkan cukup hormon.
Kedua kondisi ini dapat memengaruhi keseimbangan metabolisme tubuh dan menimbulkan berbagai keluhan kesehatan.
Gejala Penyakit Tiroid
PAFI NANGA PINOH menekankan pentingnya mengenali gejala sejak dini. Berikut beberapa gejala yang umum terjadi pada penderita gangguan tiroid:
Gejala Hipertiroidisme:
-
Jantung berdebar-debar meskipun sedang tidak beraktivitas
-
Berat badan turun drastis tanpa sebab yang jelas
-
Mudah merasa gelisah, cemas, dan susah tidur
-
Mudah berkeringat dan merasa panas
-
Tangan gemetar
-
Mata terlihat menonjol (pada kasus tertentu)
Gejala Hipotiroidisme:
-
Mudah merasa lelah dan lesu
-
Berat badan naik tanpa peningkatan asupan makan
-
Mudah merasa kedinginan
-
Kulit kering dan rambut rontok
-
Suara serak
-
Sulit berkonsentrasi
Gejala-gejala ini bisa muncul secara perlahan dan sering kali disalahartikan sebagai tanda penuaan atau kelelahan biasa. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan jika merasakan hal-hal di atas secara terus-menerus.
Penyebab Gangguan Tiroid
Beberapa penyebab gangguan tiroid antara lain:
-
Penyakit autoimun seperti Hashimoto (penyebab umum hipotiroidisme) atau Graves (penyebab umum hipertiroidisme)
-
Kekurangan yodium, yang penting dalam produksi hormon tiroid
-
Efek samping obat, seperti lithium
-
Infeksi virus, yang bisa menyerang kelenjar tiroid
-
Riwayat keluarga dengan gangguan tiroid
Menurut PAFI NANGA PINOH, wanita memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan tiroid, terutama setelah melahirkan atau memasuki masa menopause.
Pemeriksaan dan Diagnosis
Untuk memastikan apakah seseorang mengalami gangguan tiroid, dokter biasanya akan melakukan tes darah guna mengukur kadar hormon tiroid (T3, T4) dan TSH (Thyroid Stimulating Hormone). Dalam beberapa kasus, tes pencitraan seperti USG atau pemindaian tiroid juga diperlukan.
PAFI NANGA PINOH mengingatkan bahwa diagnosis yang tepat hanya bisa ditegakkan melalui pemeriksaan medis. Jadi, hindari menyimpulkan sendiri berdasarkan gejala.
Penanganan Penyakit Tiroid
Penanganan gangguan tiroid tergantung pada jenis dan tingkat keparahan penyakitnya. Berikut beberapa metode penanganan umum:
-
Hipertiroidisme:
-
Obat penurun produksi hormon tiroid (antitiroid)
-
Terapi yodium radioaktif
-
Operasi pengangkatan sebagian atau seluruh kelenjar tiroid
-
-
Hipotiroidisme:
-
Terapi pengganti hormon tiroid dengan obat levothyroxine, yang dikonsumsi setiap hari
-
Pengobatan harus dilakukan secara rutin dan dipantau oleh tenaga medis. PAFI NANGA PINOH juga menyarankan agar pasien mematuhi jadwal pemeriksaan dan tidak menghentikan pengobatan tanpa saran dokter.
Gaya Hidup Sehat untuk Mendukung Pengobatan
Selain pengobatan medis, penderita gangguan tiroid juga disarankan untuk menerapkan gaya hidup sehat, seperti:
-
Mengonsumsi makanan kaya yodium, selenium, dan zinc
-
Menghindari stres berlebihan
-
Tidur cukup dan berkualitas
-
Rutin berolahraga ringan
Penyakit tiroid memang sering kali tidak terlihat secara kasat mata, namun dampaknya terhadap tubuh bisa sangat signifikan. Oleh karena itu, penting untuk tidak mengabaikan gejala-gejala yang mungkin muncul.
PAFI NANGA PINOH melalui edukasi seperti ini berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan tiroid. Dengan penanganan yang tepat dan pola hidup sehat, penyakit tiroid dapat dikendalikan dengan baik dan tidak mengganggu kualitas hidup.
Jika Anda merasakan gejala yang mencurigakan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan terdekat. Lebih cepat terdeteksi, lebih besar kemungkinan untuk pulih.